Goresan Penaku

October 29, 2011

Idul Adha= Lebaran Haji=Hari Raya Kurban (2)

Filed under: Artikel — zarkoni @ 2:27 pm

Tentang Kurban

I. Perintah Berkurban:

"Maka dirikan (kerjakan) shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah." (TQS Al Kautsar : 2)

Diriwayatkan dari Aisyiah ra. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, " Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat kelak dengan tanduk, bulu dan kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah kurban itu menyentuh tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan pahala kurban itu. (HR. Tirmidzi).

II. Hukum berkurban:

A. Wajib bagi:

1. Nabi Muhammad SAW

· "Telah diwajibkan atasku (Nabi SAW) kurban dan ia tidak wajib atas kalian." (HR. Ad Daruquthni)

· Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda, “Tiga hal yang wajib bagiku sedang bagi kalian sunnah : (sholat) witir, berkurban dan sholat dhuha”.

2. Orang Yang bernadzar atau bersumpah

· "Barangsiapa yang bernadzar untuk ketaatan (bukan maksiat) kepada Allah, maka hendaklah ia melaksanakannya." (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/157).

3. Orang yang berhaji

Seperti yang kita ketahui bahwa jama’ah haji ketika di Mina wajib menyembelih Kurban. (Ulama bersepakat wajibnya berkurban bagi yang melakukan haji tamattu, selain orang-orang mekah)

B. Sunnah bagi umat Islam

"Aku (Nabi Muhammad SAW) diperintahkan (diwajibkan) untuk menyembelih kurban, sedang kurban itu bagi kamu adalah sunnah." (HR. At Tirmidzi)

C. Makruh bagi yang mampu tapi meninggalkannya

"Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berkurban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami." (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al Hakim, dari Abu Hurairah RA)

III. Syarat Sah diterimanya Hewan Kurban:

1. Hewan yang dikurbankan adalah hewan ternak;

a) Unta

b) Sapi/kerbau

c) Kambing

2. Hewan kurban telah memenuhi umur

a) Unta berumur 5 tahun

b) Sapi/kerbau berumur 2 tahun masuk tahun 3

c) Kambing berumur 1 tahun masuk tahun 2

(ditandai sudah berganti giginya)

3. Hewan kurban tidak cacat, sehat dan gemuk, tidak boleh yang:

a) yang nyata-nyata buta sebelah,

b) yang nyata-nyata menderita penyakit (dalam keadaan sakit),

c) yang nyata-nyata pincang jalannya,

d) yang nyata-nyata lemah kakinya serta kurus,

e) yang tidak ada sebagian tanduknya,

f) yang tidak ada sebagian kupingnya,

g) yang terpotong hidungnya,

h) yang pendek ekornya (karena terpotong/putus) ,

i) yang rabun matanya. (Abdurrahman, 1990; Al Jabari, 1994; Sayyid Sabiq. 1987).

Empat cacat yang tidak mencukupi dalam berkurban: Buta yang jelas, sakit yang nyata, pincang yang sampai kelihatan tulang rusuknya (pincang yang nyata) dan yang kurus sekali (HR. At-Tirmidzi)

4. Disembelih/dipotong pada waktunya
Waktu penyembelihan yang sah dimulai setelah selesai shalat Idul Adha dan berakhir saat tenggelam matahari akhir dihari Tasyriq (13 Dzulhijjah).

Sabda Nabi SAW :

"Barangsiapa menyembelih kurban sebelum sholat Idul Adh-ha (10 Dzulhijjah) maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih kurban sesudah sholat Idul Adh-ha dan dua khutbahnya, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan ibadahnya (berkurban) dan telah sesuai dengan sunnah (ketentuan) Islam." (HR. Bukhari)

"Semua hari tasyriq (tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah) adalah waktu untuk menyembelih kurban." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

IV. Sunah-sunah yang dilakukan bagi yang berkurban:

1. Tidak memotong kuku atau rambut sampai hewan kurbannya disembelih.

Nabi SAW bersabda : “Apabila telah masuk 10 Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian  ingin menyembelih kurban maka janganlah dia menyentuh (memotong) sesuatu dari rambut dan jangan pula kukunya, sampai hewan kurbannya disembelih.” (HR Muslim 1977, Abu Dawud 2791,Ibnu Maja’ 3149, Ahmad dll).

2. Diutamakan, tempat penyembelihan kurban adalah di dekat tempat sholat Idul Adh-ha dimana kita sholat (misalnya lapangan atau masjid), sebab Rasulullah SAW berbuat demikian (HR. Bukhari).

Wallahu a’lam bish-shawab.

Catatanku..

Zarkoni

Sumber:

Fiqih Lima Mazhab, Muhammad Jawad Mughniyah.

Hukum-hukum Kurban, M. Shiddiq Al Jawi.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

*

Theme pack from WPMUDEV by Incsub.